DPRD Desak Kepala Kanpel Babang Dievaluasi
LABUHA-Kepala Kantor Pelabuhan Babang, H. Izwar H dinilai tidak
proaktif membangun kerjasama dengan Pemda Halsel termasuk DPRD. Hal itu
terlihat dengan tidak hadir dalam rapat dengar pendapat antara Komisi
II DPRD dengan lembaga terkait. "Sudah beberapa kali kita rapat tidak
kepala Kanpel Babang tidak pernah hadir, padahal rapat tersebut penting
karena ada kaitan dengan kebijakannya," ujar Ketua Komisi II, Gufran
Mahmud, Kamis (11/5) .
Menurutnya, Kanpel Babang juga tidak menindaklanjuti edaran Kementrian Perhubungan melalui Dirjen Laut tentang retribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepulauan kecil sehingga banyak pelaku usaha distribusi BBM ke pesisir ditangkap Polisi karena tidak mengantongi surat izin berlayar. "Surat itu harus dikeluarkan Kanpel sebagaimana diatur dalam surat edaran Kemenhub. Tidak jelas apa alasannya sehingga Kanpel tidak mau mengeluarkan izin itu. Kita dapat banyak pengaduaan masyarakat terkait masalah ini," katanya.
DPRD Halsel melalui Komisi II kata Gufran, telah melaporkan ke Kemenhub sekaligus mendesak kepala Kanpel Babang segera dievaluasi kinerjanya. Menurut anggota DPRD dari Partai Golkar itu, atas laporan Komisi II, Kemenhub berjanji akan menindaklanjuti. "Edaran sudah jelas tapi tidak ditindaklanjuti. Setiap distribusi BBM ke pesisir, Kanpel tidak mengeluarkan izin berlayar sehingga banyak yang ditahan Polisi. Ini yang kita sayangkan. Makanya yang bersangkutan harus dievaluasi," tegasnya. (one)
Menurutnya, Kanpel Babang juga tidak menindaklanjuti edaran Kementrian Perhubungan melalui Dirjen Laut tentang retribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepulauan kecil sehingga banyak pelaku usaha distribusi BBM ke pesisir ditangkap Polisi karena tidak mengantongi surat izin berlayar. "Surat itu harus dikeluarkan Kanpel sebagaimana diatur dalam surat edaran Kemenhub. Tidak jelas apa alasannya sehingga Kanpel tidak mau mengeluarkan izin itu. Kita dapat banyak pengaduaan masyarakat terkait masalah ini," katanya.
DPRD Halsel melalui Komisi II kata Gufran, telah melaporkan ke Kemenhub sekaligus mendesak kepala Kanpel Babang segera dievaluasi kinerjanya. Menurut anggota DPRD dari Partai Golkar itu, atas laporan Komisi II, Kemenhub berjanji akan menindaklanjuti. "Edaran sudah jelas tapi tidak ditindaklanjuti. Setiap distribusi BBM ke pesisir, Kanpel tidak mengeluarkan izin berlayar sehingga banyak yang ditahan Polisi. Ini yang kita sayangkan. Makanya yang bersangkutan harus dievaluasi," tegasnya. (one)
Category: POLITIK


