Dikbud Gelar Dialog Kebudayaan Taliabu
![]() |
| Dialog kebudayaan di Pulau Taliabu |
BOBONG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbus) Kabupaten Pulau
Taliabu menggelar dengan kebudayaan dengan thema : "Menumbuhkembangkan
Budaya Taliabu dalam Insan Generasi Muda HemangsIa Sia Dufa" bertempat
di gedung Siadufa, Rabu dan kamis (11/05).
Dialog itu diikuti 300 peserta terdiri dari tokoh adat, ketua pemuda, kepala desa, perwakilan guru-guru muatan lokal SD dan SMP, se-kabupaten Pulau Taliabu. Acara ini dibuka staf ahli bupati, Tasrin Rasid mewakili bupati Pulau Taliabu, karena Aliong Mus berhalangan.
Dalam sambutan bupati yang dibacakan Tasrin Rasid mengatakan, pemerintah daerah kabupaten Pulau Taliabu menyadari bahwa pembangunan suatu daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata melainkan pembangunan yang bertumpu pada manusia secara non fisik.
Sementara Nurjuni Kapota, kepala bidang kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu yang juga ketua panita melaporkan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai 10-11 Mei 2017. Dialog ini bertujuan menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka menyatukan presepsi tentang simbol adat di Pulau Taliabu.
“Jadi kegiatan ini berlangsung dua hari dengan dimaksud menjaring aspirasi masyarakat untuk menyatukan persepsi tentang simbol adat istiadat di Kabupaten Pulau Taliabu," papar Nurjana.
Nurjani menambahkan, kegiatan ini bertujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Taliabu sekaligus melestarikan, mengenalkan, meningkatkan dan mempromosikan kebudayaan adat tari-tarian, rumah adat, pariwisata dan bahasa daerah asli Taliabu guna kepada masyarakat Indonesia dan mancanegara. Sementara yang menjadi pemateri Antropolog Universitas Khairun Ternate, Andi Surman Karman, S.Sos,MA dan Sarifudin Abdulrahman,S.Sos,.M.A. (nan)
Dialog itu diikuti 300 peserta terdiri dari tokoh adat, ketua pemuda, kepala desa, perwakilan guru-guru muatan lokal SD dan SMP, se-kabupaten Pulau Taliabu. Acara ini dibuka staf ahli bupati, Tasrin Rasid mewakili bupati Pulau Taliabu, karena Aliong Mus berhalangan.
Dalam sambutan bupati yang dibacakan Tasrin Rasid mengatakan, pemerintah daerah kabupaten Pulau Taliabu menyadari bahwa pembangunan suatu daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata melainkan pembangunan yang bertumpu pada manusia secara non fisik.
Sementara Nurjuni Kapota, kepala bidang kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu yang juga ketua panita melaporkan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai 10-11 Mei 2017. Dialog ini bertujuan menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka menyatukan presepsi tentang simbol adat di Pulau Taliabu.
“Jadi kegiatan ini berlangsung dua hari dengan dimaksud menjaring aspirasi masyarakat untuk menyatukan persepsi tentang simbol adat istiadat di Kabupaten Pulau Taliabu," papar Nurjana.
Nurjani menambahkan, kegiatan ini bertujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Taliabu sekaligus melestarikan, mengenalkan, meningkatkan dan mempromosikan kebudayaan adat tari-tarian, rumah adat, pariwisata dan bahasa daerah asli Taliabu guna kepada masyarakat Indonesia dan mancanegara. Sementara yang menjadi pemateri Antropolog Universitas Khairun Ternate, Andi Surman Karman, S.Sos,MA dan Sarifudin Abdulrahman,S.Sos,.M.A. (nan)
Category: PENDIDIKAN


