Tari 'Cry Jailolo' dan 'Balabala' akan Tampil di Sydney Festival 2017
JAKARTA-Tahun depan Eko Supriyanto akan
mementaskan koreografi ciptaannya yang berjudul 'Cry Jailolo'. Pentas yang
menampilkan penari pria asal Jailolo, Maluku Utara itu akan tampil pada 7-10
Januari 2017 di ajang Sydney Festival. 'Cry
Jailolo' merupakan perpaduan tari tradisional yang berasal dari bagian timur
Indonesia yang dikombinasi dengan gerakan kontemporer. Repertoar ini memberikan
suara dari masyarakat pesisir yang terpencil dalam menghadapi kehancuran
terumbu karang yang ada di daerah asalnya.
"Para penari Cry
Jailolo akan menyapu panggung dengan ketukan kaki yang berirama, gerakan yang
terinspirasi dari kehidupan nelayan dan pohon kelapa bergoyang," demikian
tertulis di situs Sydney Festival.
Di gelaran tersebut,
Eko juga akan mementaskan karya tari lainnya yang berjudul 'Balabala'.
Sebelumnya, karya terbaru Eko ini telah dipentaskan premiere-nya di Salihara
International Performing-arts Festival (SIPFest) bulan lalu. Tarian ini
Balabala menampilkan para penari perempuan dari komunitas yang sama yang ada di
Indonesia Timur.
Ketika ditemui di
Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Eko memang mengatakan
akan membawa tur keliling dunia koreografi barunya itu. "Tur sudah dimulai
dari Desember di Paris, lalu akan berlanjut di bulan Januari 2017 hingga enam
bulan mendatang," tuturnya. (tri)
Category: DETAK MALUT


